“Wah, indah banget pemandangannya. Om Arsya sering tinggal di sini?” “Jarang. Aku selalu pulang ke rumah.” “Kenapa beli apartemen?” “Ada teman yang lagi butuh uang. Mau aku pinjami dengan cuma-cuma tidak mau malah di ganti sama apartemen ini.” “Om Arsya keterlaluan baiknya,” ucap Safira. Arsya menepuk sofa di sebelahnya saat sang kekasih berjalan menghampirinya. Sejak sampai apartemen Fira langsung berdiri di depan kaca besar yang menghadap ke arah laut. “Bukankah kita harus menolong teman yang sedang kesusahan?” “Iya ...” “Ngantuk?” “Hmmm, kebanyakan ngemil saat menunggu Om meeting.” “Bobok di kamar saja.” “Nggak mau! Disini saja.” Arsya meminta Safira rebahan di sofa bed. Dia mengambil selimut ke kamar kemudian menyelimuti tubuh kekasihnya. Lalu mengusap pelan kepala sang kek

