Perjaka tua original yang masih galau dan merana tidak hanya membuat rusuh di kediaman keponakannya. Namun, dia juga merusuh di Firma Hukum milik sepupu sekaligus calon mertuanya. Sudah dua hari Arsya tidak berangkat ke kantornya. Dia justru bekerja di ruang kerja Ihsan Dirgantara. Sungguh pemandangan aneh tapi memang benar-benar terjadi. “Kamu tidak makan siang?” Tanya Ihsan. “Bareng sama kamu saja.” “Aku akan pergi dengan Istriku.” Arsya terlihat sangat sibuk. Dia menjawab pertanyaan sepupunya tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop. “Ikut lah ...” “Tidak ada yang mengajakmu!” “Tanpa diajak aku akan tetap ikut. Selama aku menjalani LDR kalian yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku.” Ihsan sudah menahan kesal sejak kemarin. Hari-harinya menjadi suram karena harus bekerja

