Bersamaan dengan kedatangan Abraham bersaudara yang merupakan pemilik hotel, Rico juga kembali dari toilet dengan menggandeng Ocha. Mata kakak Daren itu menyipit melihat Satria Lin yang melangkah lebar dengan muka galaknya. Sejenak dia baru ngeh, kedekatan Daren dan Nay lah yang jadi alasan raut tidak sukanya itu. Iya, persis yang dia pikirkan tadi. Tidak semudah itu bagi adiknya untuk memiliki Nay, meski sepertinya Nay sendiri sudah mulai luluh. Kalau untuk masalah seperti ini, dia sebagai kakak juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu. “Tempat seluas ini kenapa kamu malah duduk disitu, Nay? Sini!” panggil Satria ketus ke anaknya. Nay sempat menoleh ke Daren, meringis dengan tatapan tidak enak hatinya sebelum kemudian beranjak mendekat ke papanya. Cello berdehem, menyeringai menge

