Setelah menyimpan kembali ponselnya, Ibra meraih gelas minumannya. Ekor matanya sempat melirik ke Ocha. Entah mimpi apa dia semalam sampai bisa kebagian ngidamnya calon menantu Mateo Bastian. “Kelakuanmu, Ib, nggak ada malunya aleman di depan anak! Ingat umur, Bra!” olok Bian menggeleng. Sejak dulu sampai sekarang bangkotan punya anak setengah lusin yang sudah dewasa, kelakuan bucin sahabatnya itu tidak pernah berubah. “Sialan! Berhenti memanggilku seperti itu!” umpat Ibra mendelik kesal, tapi mereka malah tertawa tergelak mendengar panggilan tak lumrah Bian. “Ingat nggak, dulu siapa yang selalu memanggilmu seperti itu?” tanya Bian dengan tatapan berubah sendunya ke Gala. “Ingat, papanya Gala.” jawab Ibra merangkul anak angkatnya itu. Sedang Gala tersenyum tahu cerita tentang papa kand

