Awalnya Liam juga bingung saat tidak mendapati Daren dan Nay disana, sedang yang lain sudah berkumpul semua. Kalau cuma mau ganti baju tidak mungkin selama itu. Apalagi Cello yang pergi dengannya juga sudah balik lagi. Di tengah kesibukannya menyapa dan menyalami para tamu, matanya justru mendapati kasak-kusuk di meja paling depan yang ditempati keluarga Lin. Perasaan Liam makin tidak enak begitu melihat papa Nay tiba-tiba beranjak keluar dengan wajah semburat marah. Dia menoleh ke Cello, tapi sahabatnya itu justru tampak panik. Rautnya was-was, seperti tidak tenang duduk di kursinya. “Kenapa?” bisik Shera melihat suaminya yang tidak fokus. “Yang, kayaknya ada masalah. Daren dan Nay tidak kelihatan batang hidungnya. Om Satria barusan juga pergi dengan muka marah. Jangan-jangan si tengil

