Ketiban sial, itulah yang sedang Daren alami sekarang. Meski di balik nasib apesnya itu berkah bagi dia bisa tahu, kalau ada calon keponakannya di perut Ocha. Nggak main-main, karena itu adalah cucu pertama di keluarga Bastian. Hanya saja jangan tanya semenderita apa dia ketika rambutnya dijambak oleh Ocha. Daren sampai mendongak dengan mata melotot. Mengaduh keras merasakan kulit kepalanya yang seperti dikelupas. Andai saja bukan Ocha yang sedang mengandung bakal keponakannya, pasti sudah Daren cekal tangannya dan banting sampai klenger ke tanah. Sialnya lagi, para teman laknatnya itu tidak satupun mau membantu. Justru diam menonton menikmati penderitaannya. “Cha, lepas! Jangan dijambak gitu, kasihan Daren!” Sam akhirnya buka mulut berusaha melerai. “Nanti dia mengadu ke kakaknya, Om!

