Masih segar di ingatan Shera pertemuan terakhirnya dengan Hilda dan ibunya di rumah sakit waktu itu. Bagaimana perempuan tua itu berteriak memaki, namun kemudian bersimpuh menangis minta Cakra dilepas. Sudah hampir sekitar dua bulan, dan entah kebetulan dari mana Shera melihat Farida lagi. Sepulang kantor Shera mampir ke kafe menemui Ocha. Mereka sengaja memilih meja di balkon lantai dua yang menghadap langsung ke jalan raya, supaya bisa menikmati angin sore. Dari situ lah kemudian mata Shera mendapati sosok perempuan tua berbaju kucel, sedang duduk gelisah di bangku pinggir trotoar. Sempat beberapa saat mengernyit, nyaris tidak percaya nyonya Pangestu yang dulunya glamor dan selalu tampil cantik sekarang layaknya gembel. Ocha tersenyum menggeleng. Dibilang tidak punya hati juga tak mas

