Satu Apartemen, Satu Pria Dingin.

1094 Kata

Malam itu sunyi. Sunyi yang bukan sekadar ketiadaan suara, melainkan semacam keheningan yang merambat ke tulang, menuntut orang untuk jujur pada pikirannya sendiri. Jam dinding berdetak lembut di ruang tamu apartemen bertipe dua kamar. Pencahayaan hangat dari lampu gantung industrial menimpa dinding abu-abu, menciptakan suasana datar, tegas, tanpa hiasan. Interiornya minimalis—rak kayu polos, furnitur hitam, meja kopi sederhana. Tak ada tanaman hijau. Tak ada lilin aromaterapi. Tak ada pajangan manis. Semua menunjukkan satu hal: penghuni tempat ini hidup dengan efisiensi, bukan kenyamanan. Ferdy duduk di sofa, mengenakan kaus gelap dan celana training. Di tangannya ada tablet yang menampilkan laporan proyek renovasi terbaru. Angka-angka, foto, catatan progres, semua tertera jelas. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN