“... Kamu gak kerja?” suara Ferdy datar, tanpa basa-basi. Zola menoleh, senyumnya kaku. “Aku gak tahu hari ini harus ke mana.” Jawaban yang sederhana, tapi menimbulkan jeda panjang. Ferdy menatap, seolah menimbang apa yang baru didengarnya. “Kamu udah bilang ke orang rumah kamu tinggal di sini?” tanyanya lagi. Zola terdiam. Jemarinya yang memegang sendok berhenti bergerak. Ada bayangan resah yang singgah sebentar di wajahnya. “Belum. Mereka gak ... mereka gak perlu tahu.” Bibir Ferdy bergerak sedikit, bukan senyum, melainkan tanda ia menahan komentar. Ia lalu meletakkan selembar kertas di meja makan. “Ada sepuluh aturan tinggal di apartemen ini. Baca, dan jangan dilanggar.” Zola mengerutkan dahi, tapi meraih kertas itu juga. Ia membaca cepat, dan alisnya naik. “Nomor dua: jangan se

