Konsultasi

1141 Kata

Di ruang konsultasi yang sunyi, hanya terdengar detik jam dinding dan napas berat seorang pria muda yang menunduk di hadapan psikolognya. Jas mahal tergantung rapi di sandaran kursi, kemeja putihnya lecek di beberapa bagian, dan dasi terlepas begitu saja, seakan menandakan bahwa pria itu telah melelahkan dirinya sendiri dengan pertempuran batin yang tiada henti. Rambut yang biasanya tertata rapi kini sedikit berantakan, menambah kesan rapuh pada wajah yang selama ini dikenal dingin dan tak tersentuh. Di sudut ruangan, cermin besar memantulkan bayangan Jafran. Tatapannya kosong, tetapi di dalamnya tersimpan kepenatan yang begitu berat, campuran dari dendam, iri, dan rasa bersalah yang telah menggerogoti dirinya sejak lama. Ia tampak seperti seseorang yang berjalan di atas kawat tipis: seti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN