Kamelia Memberi Wewenang

1095 Kata

Beberapa hari kemudian, Ruang rapat utama Grup Abimana hari itu tampak lebih hidup daripada biasanya. Cahaya matahari menembus jendela tinggi, memantulkan kilau pada permukaan kayu mahoni meja panjang yang sempurna. Kursi-kursi kulit mengelilingi meja, diisi oleh para direktur, manajer senior, dan tim sosial dari Yayasan Abimana. Suasana serius, tapi ada rasa penasaran di udara. Semua orang tahu ada pengumuman penting hari ini—hanya belum ada yang tahu betapa mengejutkannya keputusan itu. Kamelia duduk di ujung meja, postur tegak, wajah tenang tapi memancarkan kewibawaan. Setelan krem yang rapi dipadu bros batu zamrud di pundaknya menegaskan statusnya bukan hanya sebagai pemimpin, tapi juga sebagai sosok yang penuh pertimbangan. Di sampingnya, Ferdy duduk, kedua tangan rapat menggenggam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN