Dua Dunia Dalam Satu Dapur.

1104 Kata

“Gimana?” tanya Zola dengan mata berbinar. “… Bisa dimakan,” jawab Ferdy akhirnya. “Tapi kamu meledakkan setengah dapur.” Zola tertawa keras, menepuk meja. “Berarti setengahnya lagi masih aman, kan?” Mereka akhirnya duduk berhadapan di meja dapur. Zola duduk santai dengan kaki menyilang di kursinya, sementara Ferdy tetap tegak lurus, menyuap makanan pelan dan rapi. Kontras sekali: dunia kacau yang hidup berdampingan dengan dunia kaku. Zola menggigit telur gosongnya dengan ekspresi puas. “Lumayan lah, kan? Daripada kamu cuma makan roti tawar kering.” Ferdy menatap piringnya. Suaranya rendah, tapi jelas. “Kamu gak perlu balas budi kayak gini.” Zola berhenti mengunyah, menatapnya. “Aku tahu. Tapi aku juga gak tahan diem aja. Tanganku gatel kalau lihat dapur terlalu bersih.” “Gatel?” Fe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN