(++) Pulang Karena Ibu.

1024 Kata

Ia mengangkatnya. “Ya, Ma?” Suara lembut itu terdengar, tapi jelas mengandung nada khawatir. “Ferdy … kamu di mana sekarang?” “Di proyek rumah kedua, Ma. Baru selesai.” Hening sejenak di ujung sana, lalu Kamelia berkata, “Aku barusan telepon Zola. Dia bilang kamu belum pulang sejak pagi.” Ferdy menghela napas. Ia bisa membayangkan ekspresi ibunya saat menanyakan itu—antara cemas dan ingin tahu. “Iya, Ma. Aku sengaja mampir ke sini. Besok ada meeting internal, jadi aku mau cek dulu.” “Aku mengerti,” suara Kamelia terdengar lembut tapi tegas, “tapi malam ini pulanglah ke apartemen. Zola di sana sendiri. Aku gak mau dia merasa ditinggalkan. Mengerti, Nak?” Ferdy menutup mata sejenak. Sisi logisnya ingin menolak. Tapi nada ibunya … membuatnya sulit berkata tidak. “Baik, Ma. Aku pulang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN