“Pak Ferdy! Mana istri Bapak? Uang kami miliaran, semua ludes!” “Pak Ferdy jangan pura-pura nggak tahu! Itu istri Bapak kan yang nawarin investasi?!” “Balikin uang kami, Ferdy!” Ferdy yang baru pulang dari kantor terkejut melihat puluhan orang berkumpul di depan rumahnya. Wajah-wajah mereka penuh emosi, ada yang menangis, ada yang marah, ada yang membawa poster bertuliskan Kembalikan Uang Kami. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. “Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya mohon tenang dulu.” Suaranya berat, namun tetap tegas. “Saya tidak ada hubungan bisnis dengan Gina. Kami sudah bercerai sejak berbulan-bulan lalu.” “Tapi dia selalu bilang dia istri Bapak! Dia pakai nama Bapak untuk meyakinkan kami!” teriak seorang pria setengah baya. Ferdy mengangguk, lalu masuk sebentar ke rumah

