Perpisahan Terakhir dengan Masa Lalu.

1041 Kata

Langit kelabu menaungi pemakaman kecil di pinggiran kota. Hujan belum turun, tapi udara lembap membawa aroma tanah basah yang khas. Seolah alam sendiri tahu, hari ini bukan hari biasa. Hari ini, ada seseorang yang ingin melepaskan beban panjang yang telah menahun di dadanya. Ferdy berdiri seorang diri di depan nisan tua yang sedikit berlumut. Garis-garis retak di permukaan batu menunjukkan usia yang tidak lagi muda. Nama itu terukir samar, namun masih terbaca jelas: Sarah. Di tangannya, ia menggenggam buket bunga lili putih. Bunganya segar, kelopaknya bersih, kontras dengan tanah merah mengering yang mengelilingi nisan. Lili putih—simbol kesucian, permulaan baru, dan juga perpisahan. Ferdy diam cukup lama. Hanya desiran angin yang terdengar, menyapu dedaunan kering di sekitarnya. Lalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN