Malam menjelang akad itu terasa lebih panjang dari biasanya. Bian duduk di tepi ranjang kamar hotel yang sudah disiapkan untuk keluarga inti. baju yang akan dipakainya sudah tergantung di lemari, sepatu sudah disemir sejak sore, dan koper kecil berisi keperluan dua hari menginap di hotel ini sudah diletakkan tepat di samping meja. Ia menatap semua itu seperti menatap peta perjalanan, jelas, terencana, tapi tetap membuat d**a berdebar. Bian sekarang menginap di hotel mewah tempat acara akad dan pesta berlangsung, besok. Seluruh keluarga besar sudah tiba sejak sore, sebagian besar memilih menginap agar esok hari tidak tergesa walau rumah keluarga besar mereka tidak jauh dari hotel ini. Di lorong-lorong hotel, Tadi Bian sempat berkumpul sebentar dengan sepupu-sepupunya sebelum akhirnya mere

