Keesokan harinya, rumah Cipete terasa jauh lebih lengang. Papap Owka sudah berangkat lebih dulu, Mama Jani juga keluar sejak pagi karena ada janji bertemu seseorang, Lily pamit ke kampus untuk urusan terakhir koas, sementara Yudha menghilang entah ke mana. Pengantin baru ini memang bangun siang. Setelah subuh tadi ada 'serangan fajar' yang tak terelakkan yang membuat lemas, lunglai dan tak berdaya, sehingga mereka melanjutkan tidur lagi. Tidak seorangpun yang membangunkan mereka. Akhirnya kini yang tersisa di rumah hanya Nadira dan Bian, juga para ART yang sedang menyiapkan sarapan hangat pada pukul sembilan pagi ini. Dan jujur saja, itu tidak buruk sama sekali. Mereka sarapan berdua di meja makan, bukan sarapan mewah, pancake, omelet keju dan jamur yang baru dibuat, dan nasi goreng.

