Terbang Ke London

2504 Kata

Bian tidak memberi Nadira waktu terlalu lama untuk tenggelam. Begitu tangis itu sedikit reda, ia berdiri dan mengambil koper yang bahkan belum sempat benar-benar dibongkar sejak mereka pulang. Koper itu masih berdiri di sudut kamar, seperti menunggu keputusan. "Kita beresin sekarang," ucap Bian pelan tapi tegas. Nadira mengangguk, masih dengan mata sembab, tapi tubuhnya bergerak. Ada mode lain yang menyala dalam dirinya mode bertahan. Ia membuka koper, lalu satu per satu mengeluarkan pakaian yang sudah ia pakai selama bulan madu. Sweater, kaus, celana semuanya langsung dipisahkan. "Yang kotor dikeluarin semua," katanya lirih. "Aku nggak mau bawa ini ke London." Bian tidak bertanya kenapa. Ia hanya mengambil laundry bag dan membantu memasukkan pakaian-pakaian itu. Gerakan Nadira cepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN