Hari Kedua, Aman!

2243 Kata

Malam itu tidak berakhir dengan gegap gempita emosi yang berlebihan. Justru setelah semuanya berlalu perlahan, tenang, dan penuh kehati-hatian keheningan kembali menyelimuti kamar mereka. Bukan keheningan yang canggung, melainkan hening yang terasa hangat, seperti jeda panjang setelah napas yang akhirnya menemukan ritmenya. Nadira masih berbaring di pelukan Bian, tubuhnya masih terasa hangat oleh selimut dan pelukan yang belum sepenuhnya terurai. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. "Sayang …" panggilnya pelan. Bian menoleh, matanya masih setengah terpejam. "Hmm?" "Aku keringetan," ucap Nadira jujur, lalu terkekeh kecil, sedikit malu dengan pengakuannya sendiri. Bian tertawa pelan. "Aku juga." Mereka saling berpandangan sejenak, lalu tertawa bersamaan. Tawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN