Perjalanan mereka dari Jakarta memakan waktu kurang lebih tujuh setengah jam, dan Jepang berada dua jam lebih cepat dari Jakarta. Artinya, ketika tubuh mereka masih merasa sore, langit di Sapporo sudah benar-benar bersiap menuju malam. Begitu roda pesawat menyentuh landasan, Nadira membuka mata perlahan. Selama hampir separuh perjalanan ia tertidur dengan kepala bersandar di bahu Bian, kelelahan yang akhirnya menemukan tempat aman. "Kita sudah sampai," bisik Bian pelan. Nadira mengangkat kepala, menoleh ke jendela. Cahaya lampu bandara memantul di permukaan landasan yang masih menyisakan jejak salju tipis di beberapa sudut. "Ini dingin ya kelihatannya," gumamnya. Bian tersenyum. "Sisa musim dingin. Pas." Begitu pintu pesawat dibuka, udara dingin langsung menyusup masuk. Tidak menusuk

