Begitu keluar dari hotel, udara Amsterdam terasa sejuk dan segar . Lampu - lampu jalan sudah mulai menyala walaupun hari belum gelap, cahayanya memantulkan kesan romantis, sementara kanal - kanal di sepanjang jalan jadi terlihat berkilau lembut. Bian menyesuaikan langkahnya dengan Nadira. Tidak terlalu dekat, tapi cukup dekat untuk membuat Nadira sadar kalau ia sedang berjalan dengan seseorang yang memperhatikan setiap gerakannya. "Makan dulu atau jalan dulu?" tanya Nadira. "Kamu sudah lapar?" tanya Bian balik. "Lumayan., tadi makan siang kok nggak terlalu kenyang." "Ya udah, kita makan dulu kalau gitu. Aku udah ada tempat. Jalan kaki sepuluh menit dari sini." Nadira mengangguk. "Oke." Mereka berjalan berdampingan melewati jembatan kecil, melewati para turis dan warga lokal yang sed

