Mesranya Mereka

2549 Kata

"Bi …" Panggil Nadira lirih, hampir seperti takut mengusik keindahan momen itu. "Hm?" Bian menatapnya lembut, tapi tidak melepaskan pelukannya hanya melonggarkannya sedikit, Bian menunggu apa pun yang ingin Nadira katakan. "Aku beneran grogi," ucap Nadira sambil menyentuh tengkuknya yang panas, gerakan yang ia lakukan setiap kali suasana terlalu mendebarkan. Bian tersenyum kecil, penuh pengertian. "Aku juga, sayang. Kamu kira aku nggak? Dari tadi aku nahan biar nggak keliatan bego di depan kamu." Nadira tertawa kecil. Tawa yang mengguncang sedikit ketegangannya. Tapi justru karena itu, d**a Bian terasa semakin hangat melihatnya. Mereka berdiri beberapa detik tanpa bicara, hening, tapi tidak canggung. Angin malam mengalir pelan, membawa aroma roti mentega dari kios yang masih buka dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN