Masih Datar Saja

2614 Kata

Maya menunduk sebentar. Bukan untuk berpikir, karena sebenarnya tidak ada lagi waktu untuk menimbang-nimbang. Cepat atau lambat, pas atau tidak pas, pembicaraan tentang Reza memang harus terjadi pagi ini. Ia sudah terlalu lama menunda, terlalu lama bersembunyi di balik diam. Ia mengangkat wajahnya perlahan dan menatap Papanya yang duduk di atas tempat tidur dekat jendela kamar. Sorot mata itu masih sama tegas, penuh wibawa, sekaligus membuat Maya kecil di hadapannya sejak dulu. "Teteh balikan lagi sama Reza." Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa pembuka, tanpa basa-basi. Hening langsung menyergap ruangan. Tidak ada suara apa pun selain detik jam dinding yang terdengar semakin nyaring. Maya tetap di tempatnya, menatap Papanya lekat-lekat. Ia ingin tahu reaksinya, tapi lebih dari itu, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN