Sudah tiga hari Maya berada di Bandung. Udara kota itu terasa sedikit lebih sejuk dibanding Bali, terutama di pagi dan malam hari. Setiap kali ia membuka jendela kamarnya di rumah orang tuanya, udara dingin bercampur aroma pepohonan langsung masuk, membawa suasana yang selalu membuatnya merasa pulang. Namun kali ini Maya tidak benar - benar datang untuk beristirahat. Sejak tiba di Bandung, hari - harinya justru cukup padat. Ia dan mamanya hampir setiap hari keluar rumah untuk mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan acara lamaran. Waktu yang mereka miliki ternyata jauh lebih singkat dari yang semula terasa. Jika beberapa hari yang lalu mereka masih merasa memiliki dua minggu untuk mempersiapkan semuanya, sekarang hitungannya sudah jauh berkurang. Sebelas hari lagi. Angka itu terasa

