Menuju Persiapan

2850 Kata

Restoran itu tidak terlalu besar, tetapi terkenal dengan reputasi makanannya yang konsisten enak. Interiornya elegan, lampu remang hangat, dekor minimalis, dan musik jazz pelan yang menemani suasana. Nadira yang memilih tempat ini, bukan karena mahal, tetapi karena ia tahu rasa makanan di sini tidak pernah mengecewakan. Ia ingin pertemuan keluarga malam ini terasa nyaman dan tak terbebani. Jam menunjukkan pukul setengah tujuh ketika Nadira dan orang tuanya tiba. Papa Ary mengenakan batik biru gelap, Mama Nenny memakai setelan berwarna senada, dan Nadira tampil anggun dengan dress selutut. potongan sederhana berwarna krem dengan aksen lukisan abstrak yang ia beli di London beberapa waktu yang lalu . Bukan hanya bajunya saja dengan lukisan abstrak, hatinya juga sepertinya sama, sulit ia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN