Semakin Dekat

2501 Kata

Bian keluar dari kamarnya dengan rambut masih sedikit basah. Mama Jani sudah duduk di ruang makan dengan Papap Owka yang masih memakai seragam karena baru saja pulang terbang. "Makan, A'.." "Iya." Bian menarik kursi di depan mamanya. Lalu mamanya menyodorkan tempat nasi. "Pap .. tahu nggak, tadi aku kehilangan jejak anakku yang pulang terbang dari Amsterdam," ucap mama Jani melihat ke arah suaminya tanpa menoleh ke Bian. Walau begitu Bian tetap tersenyum, jelas-jelas ia yang sedang disindir oleh mamanya. Papap Owka menoleh ke Bian,"Hilang jejak gimana?" "Ayo jelasin ke Papap kenapa Aa' bisa lama banget pulangnya dan kenapa Aa' ikut ke rumah Nadira segala." "Ke rumah Nadira?" "Iya, Pap, tadi Nadira kan dijemput sama papa mamanya, terus mamanya nawarin ikut, ya aku samber aja," jawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN