Perdebatan Batin

1549 Kata

Vita tidak menyangka bahwa Ibu dan neneknya menerima Marcel dengan begitu hangat, bahkan terlalu hangat. Mereka berkata Marcel sudah datang sejak kemarin, lengkap dengan bawaan buah tangan, sopan santun khas orang kota, dan senyum yang membuat dua perempuan tua itu meleleh seperti es terkena matahari. Yang membuat Vita makin heran, bule yang dulu, menurut cerita Kaluna itu tidak bisa apa-apa di kampung, kini entah bagaimana bisa menabur pupuk dengan benar, menimba air di sumur tanpa mengeluh, bahkan memasak bersama neneknya sambil tertawa seperti cucu kesayangan yang pulang jauh dari rantau. Marcel tidak berhenti menggoda Vita setiap kali sempat, tapi lebih sering menghabiskan waktu di kebun, menjadi versi kampung yang entah bagaimana terasa lebih berbahaya dengan segala kesederhanaan, tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN