Aix-en-Provence. Di sinilah Kaluna dan Dhika mengasingkan diri dari riuh pesta pertunangan Marcel yang masih terasa di kepala. Villa yang mereka tempati berdiri di atas bukit rendah, dikelilingi ladang lavender sejauh mata memandang, warna ungu yang seolah bergetar lembut diterpa angin musim semi. Dari teras kayu villa itu, lembah Provence terbentang seperti kanvas pastoral dengan pohon zaitun tua, kebun anggur milik keluarga Montegard yang luas, dan langit biru lembut yang terasa lebih jernih dibanding Paris. Aroma tanah hangat bercampur wangi bunga liar menembus jendela besar kamar mereka, berbaur dengan semerbak teh herbal yang selalu diseduh Dhika setiap pagi. Di sini waktu berjalan lambat, seperti sengaja memberi ruang bagi cinta untuk bernapas lega. Kemewahan keluarga Montegard te

