Kehilangan (Lagi)

1256 Kata

Hujan turun sejak kemarin dan belum juga ada tanda-tanda akan mereda. Kesedihan yang kurasakan sama seperti langit siang ini, mendung dan banyak kilatan petir menyambar. Kepergian Opa terlalu cepat bagiku. Dokter mengatakan jika Opa menghembuskan nafas terakhir setelah sempat membuka mata sebentar. Hanya sebentar saat aku di ijinkan masuk Opa telah menutup matanya kembali. Kini rumah yang biasanya penuh dengan guyonan khas kakek-kakek terasa sepi. Setelah para pelayat pulang dan Opa dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya hanya tinggal beberapa sanak saudara yang masih menemaniku. Mas Aiman sengaja membatasi orang-orang yang ingin mengucapkan bela sungkawa. Tidak semua orang bisa masuk ke dalam rumah. Hanya beberapa orang yang lolos pemeriksaan diijinkan masuk oleh para penjaga. “M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN