Menyelesaikan Masalah

1617 Kata

“Mas, kayaknya kelewatan deh tempatnya. Titik lokasinya sudah kita lewati sejak tadi.” “Harus muter dulu, Dek. Memang ini jalannya.” “Masak sih? Sejak kapan jalan ini jadi searah. Seingat ku bisa untuk dua arah.” “Lihat spion,” titah Mas Aiman. Sejak tadi dia fokus menyetir tanpa berniat menggenggam tanganku seperti biasanya. “Sudah tahu kan alasannya aku melewati tempat pertemuan kita dengan Sekretaris Afif?” Oh, iya iya. Ada sebuah mobil putih yang mengikuti kami. Saking nyamannya meluruskan punggung aku sampai tidak menyadarinya. Rasanya lelah sekali setelah membuat acara tujuh harian Opa. Selain acara tahlil, Mama juga membagikan sembako dan makanan ke panti asuhan, panti wreda dan juga rumah singgah para penderita kanker. “Terus kita mau kemana, Mas?” “Rumah pemberian Afif. Di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN