Dua Bujang Merana

1223 Kata

Perasaanku sejak semalam tidak enak. Aku kepikiran soal Mas Aiman lagi ngambek gara-gara aku batal menyusulnya. Pesan ku tak ada yang dibaca maupun dibalas. Telpon pun sama, tidak diangkat sama sekali. Akhirnya aku meminta tolong Mas Agung untuk melihat keadaan Mas Aiman. Untungnya dia mau dan langsung pergi ke apartemen. Setelah melihat keadaan Mas Aiman baik-baik saja aku bisa bernafas lega. Ternyata dia sedang memasak setelah olahraga. Diam-diam Mas Agung menyalakan ponselnya dan menaruhnya di meja makan. Aku bisa melihat kesibukan bayi besar yang lagi ngambek. “Kamu ke sini karena galau Dyah tidak peka dengan semua perhatianmu?!” Mas Aiman sepertinya tidak ada belas kasihan dengan adiknya. Harusnya dibantu mendapatkan Mbak Dyah malah bersikap ketus. Mas Agung mencomot perkedel ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN