Wajah yang Tak Dikenal

928 Kata

Salwa berjalan pelan ke kantin rumah sakit. Perutnya mulai terasa lapar, sementara Jiva masih terlelap setelah pemeriksaan lanjutan pagi tadi. Meski tubuhnya juga lelah, dia memaksa diri untuk turun ke lantai satu. Setidaknya membeli makanan hangat agar bisa tetap menjaga asupan nutrisi untuk janin yang tengah dia kandung. Kantin rumah sakit tidak terlalu ramai. Salwa mengambil nasi dan beberapa lauk ke dalam kotak makan styrofoam. Saat hendak membayar, seorang wanita paruh baya berpakaian sederhana namun berwibawa tiba-tiba berdiri di sampingnya. “Salwa, ya?” Salwa menoleh pelan. Keningnya mengernyit. “Iya, saya Salwa. Maaf, kita kenal?” Wanita itu tersenyum samar. Senyum yang tidak hangat, tapi juga tidak sepenuhnya menyeramkan. “Kita belum pernah bertemu langsung. Tapi aku tahu bany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN