Mencari Dalang Utama

769 Kata

“Lupakan Rania, Mita, bahkan Almera,” ucap Pak Sultan tegas, tatapannya menusuk ke arah papan strategi yang memenuhi dinding ruangan markas. “Kita sudah buang terlalu banyak waktu mengurusi kaki-kakinya. Sekarang saatnya membidik kepalanya langsung.” Pak Pramono, yang selama ini hanya diam mengamati, akhirnya mengangguk. “Sinta Mardika. Perempuan itu akar dari semua ini. Dia bukan hanya dalang, tapi juga eksekutor utama dalam percobaan menghancurkan rumah tanggamu dulu, Pak Sultan. Dan sekarang dia mengincar generasi berikutnya.” Pak Sultan mengepalkan tangannya. “Dia pikir aku sudah terlalu tua untuk melawan. Tapi dia salah.” Di layar besar di tengah ruangan, muncul tampilan peta digital yang menunjukkan pergerakan terakhir Sinta. Foto wajahnya—meski sudah tertutup topi dan kacamata hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN