Tanda Pelangi Datang

931 Kata

Salwa menatap keluar jendela kamar, membiarkan cahaya matahari sore menerobos perlahan ke dalam rumah yang terasa tenang. Udara sore terasa hangat. Tidak ada teriakan si kembar, tidak ada aroma masakan, tidak ada hiruk pikuk bodyguard yang berlalu-lalang seperti hari-hari sebelumnya. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, Salwa bisa menarik napas lega. Mita, Almera, dan Rania telah ditangkap. Sinta Mardika, dalang dari semua kekacauan, juga telah diamankan oleh anak buah Ivan dan Pak Pramono. Salwa merasa, seolah-olah batu besar yang selama ini menekan dadanya perlahan-lahan mulai runtuh. Dia melirik ke arah tempat tidur. Jiva sedang duduk bersandar, tubuhnya masih lemah meski wajahnya jauh lebih segar. Luka tembaknya mulai membaik, dan hari ini dokter akhirnya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN