Ujian Kecil Bernama Mita

1124 Kata

Salwa tengah mengenakan gamis simpel berwarna mint dan hijab putih yang dikuncir di belakang. Tangannya menggenggam jemari mungil Rasyid dan Rasyad yang tengah riang menyusuri halaman sekolah. Dua bocah itu tertawa-tawa, saling berlomba siapa yang lebih cepat masuk ke dalam kelas. “Bundaaa, Rasyid duluan!” “Enggak! Rasyad lho yang duluan!” Salwa terkikik. “Oke, oke—siapa pun yang lebih cepat, nanti pulangnya dapat es krim!” Dua bocah itu langsung melesat, membuat Salwa geleng-geleng kepala. Tapi tawa kecil di bibirnya mendadak hilang ketika langkahnya dihentikan oleh sosok yang tak asing. Mita. Wanita itu berdiri dengan kacamata hitam besar, dress body fit yang terlalu mewah untuk mengantar anak sekolah, dan senyum tipis penuh maksud. “Salwa, kan?” Salwa menoleh pelan. “Iya. Maaf,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN