Bab 28.

1238 Kata

“Hai, Kansa.” Dewa segera berdiri. Pria itu menggerakkan kepala turun sebagai sopan santun. "Silahkan duduk." Perempuan yang dipanggil Dewa dengan nama Kansa itu pun membalas dengan anggukan kecil, sebelum mengucapkan salam. “Assalamu’alaikum, Mas Dewa.” Kansa duduk di depan Dewa terpisah meja kafe. Dewa tersenyum. Pria itu mengedarkan pandangan ke sekitar tempat mereka duduk untuk beberapa detik. Lalu Dewa mengembalikan fokus ke depan. “Wa’alaikum salam. Maaf merepotkanmu.” Kansa menggerakkan kepala turun naik. “Jadi, apa yang bisa aku bantu?” tanya langsung Kansa. Adik iparnya menghubungi beberapa hari. Memintanya untuk meluangkan waktu bertemu dengan sang kakak. Dewa menghembus napas lega. Akhirnya ia bisa duduk berhadapan dengan kakak ipar adiknya--Juna. Seorang perempuan berhijab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN