Runa terus mengingat kata-kata Dewa. Sudah tiga hari berlalu, dan dia masih belum bisa melupakan. Rasanya ada yang mengganjal di dalam d*da. Membuat konsentrasinya sering kali buyar. Tidak mungkin dia meneruskan pekerjaannya, sementara calon suami klien nya tidak menginginkannya. Runa yang sedang duduk di meja kerjanya itu beranjak berdiri. Meninggalkan laptop yang masih menyala, wanita itu berjalan ke ujung ruangan. Tempat Indira sedang bekerja. Suasana yang sedang hening lantaran semua penghuni ruangan begitu sibuk bekerja, membuat suara ujung sepatu yang menyapa lantai granit, terdengar jelas. Beberapa orang refleks mengangkat kepala lalu menoleh ke arah suara terdengar, sebelum kembali fokus pada pekerjaan mereka. Kecuali sang pimpinan yang melihat salah satu anak buahnya sedang be

