Bab 40.

1400 Kata

Dewa menggigit bibir bawah sambil memutar pena di tangannya. Sementara dua orang yang duduk di depannya menunggu. Menatap bingung sang pimpinan yang malah tampak menikmati bermain-main dengan pena di tangan. Padahal mereka sedang ada masalah yang cukup besar. ‘BRAK!’ Dua orang di depan Dewa berjingkat, terkejut ketika tiba-tiba Dewa menggebrak meja. Pena sudah terlepas dari tangan sang pemilik–menggelinding di atas meja. Satu dari dua orang yang duduk terpisah meja dengan Dewa refleks menangkap pena yang nyaris terjatuh ke lantai, lalu meletakkan ke atas meja. “Kalian berdua pergi ke sana. Pastikan barang yang rusak diperbaiki langsung di tempat. Kita tidak boleh kehilangan kepercayaan pembeli.” Perintah sudah dibuat. “Ka-kami, Pak?” “Memangnya harus saya? Sebentar lagi saya menikah.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN