Sumpah. Baru kali ini Runa berhadapan dengan pria seperti Dewa. Runa tidak tahu apa isi kepala pria itu. Kenapa membuatnya bingung? Sambil menarik napas dalam-dalam, Runa memperhatikan mobil sedan berwarna silver yang baru saja berbelok, berbaur dengan banyak kendaraan lain yang sedang melaju di jalan raya. Bola mata wanita itu bergerak hingga tak lagi bisa menangkap pergerakan mobil yang dikemudikan oleh Dewa. Heran. Bagaimana perempuan sebaik Jingga bisa jatuh ke dalam pelukan pria arogan seperti Dewa? Apa hanya karena tampang serta isi rekening pria itu? Jingga tidak mungkin sepicik itu, bukan? Jingga sendiri punya banyak uang. Dia bukan dari keluarga miskin yang berharap kenaikan status dengan menikahi pria kaya. Runa menyentak hembusan napasnya. Sudahlah, itu bukan urusannya. Berb

