Runa dibuat bingung oleh tingkah Dewa. Pria itu sendiri yang memintanya untuk tidak lagi mengurus pernikahannya setelah menyelesaikan gaun pengantin. Dia sudah menuruti keinginan tersebut. Runa memutuskan berhenti supaya tidak ada lagi konflik yang sejujurnya tidak ia mengerti kenapa bisa muncul. Apa salahnya, apa salah putranya. Runa benar-benar tidak paham. Runa melirik pria yang duduk di single sofa sebelah kanannya. Sementara Indira duduk di sofa panjang berseberangan dengan Dewa. Setelah Dewa mengejutkan semua orang, Indira mengajak pria itu serta Runa ke ruang meeting. Indira tidak ingin karyawan lain mendengar keluhan Dewa lebih lanjut yang berhubungan dengan Runa. “Silahkan diminum dulu, Pak.” Indira mempersilahkan. Wanita itu memperhatikan pergerakan pria di depannya yang baru

