[Mereka bukan ayah dan anak kandung] Satu pesan yang masuk ke dalam ponsel Dewa. Dewa meremas kuat benda penghubung di tangan. Ia merasakan keringat bergulir turun di punggung. Bukan? Mereka berdua bukan ayah dan anak kandung? Bagaimana ini? Apa yang harus ia lakukan sekarang? Tanpa disadari, napas pria itu kini sudah memburu. Gelagat Dewa yang terlihat aneh di mata Jingga, membuat kening Jingga mengernyit. Bola mata wanita itu bergerak ke arah benda yang digenggam erat oleh Dewa. Jingga semakin penasaran. Siapa yang mengirim pesan, dan pesan apa yang membuat calon suaminya terpaku dengan napas memburu. Ia bisa melihat dari gerak turun naik bahu pria tersebut. “Sayang,” panggil pelan Jingga sambil menyentuh bahu Dewa. Jingga terkejut. Wanita itu menarik tangannya dengan cepat saat De

