Bab 32.

1215 Kata

“Lo denger gue nggak sih, Wak?” tanya Kala melihat sang kembaran hanya terdiam. “Lo mesti cepetan tes DNA. Lo pastiin dia bukan anak elo. Setelah itu lo bisa nikah sama Jingga.” Dewa menghentak napasnya. Menatap kesal sang saudara. “Lo beneran cari mampus, Dewa. Lo itu ... gila.” Kepala Kala menggeleng beberapa kali. "Punya otak kenapa nggak dipakai, hah? Apa lo nggak tahu ada benda di apotek, bahkan di minimarket-minimarket yang bisa lo temui setiap 500 meter di sepanjang jalan, yang bernama kondom? Benda yang terbuat dari latex yang bisa lo pakai, Wak?” Mendengar ocehan panjang saudara kembarnya, Dewa menekan-nekan katupan rahangnya. “Belum terbukti, Sialan,” kesal Dewa. “Tapi bener kan lo tidur sama Aruna waktu itu? Ya Allah, Dewa … anak itu. Astaga. Perasaan gue mengatakan darah kit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN