Alea tidak sanggup lagi menahan beban informasi yang baru saja ia terima. Alih-alih menjawab pertanyaan Kalandra, ia justru menghambur ke pelukan suaminya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria itu. Harum wangi Kalandra yang akrab di indranya sedikit memberikan rasa aman yang ia butuhkan. "Aku capek, Mas," bisik Alea dengan suara parau. "Ayo pulang. Aku mau tidur sambil dipeluk kamu aja." Kalandra terdiam sejenak, tangannya bergerak mengusap punggung Alea dengan gerakan ritmis dan menenangkan. Namun, di balik sikap tenangnya, pikiran Kalandra berkecamuk. Tatapannya kembali melirik sekilas ke arah luar melalui kaca film mobil yang gelap, di mana Silva tadi berdiri. Kalandra tahu. Ia tahu persis apa yang menimpa istrinya di kampus baru ini. Ia tahu tentang pesan-pesan itu, tenta

