Ketegangan di sudut ruangan itu akhirnya memuncak saat Vera dan Sean melangkah cepat mendekat. Wajah keduanya tampak bingung sekaligus cemas melihat Alea yang sudah berdiri dengan tangan gemetar menahan amarah. "Ada apa sih, Alea? Kok sampai begini?" tanya Vera sambil memegang bahu Alea. Ia kemudian menoleh pada Silva dengan tatapan menyelidik. "Lo juga, Sil, kenapa sampai ribut-ribut begini di kelas?" Alea tidak menjawab. Ia sudah terlalu muak dengan kata-kata berbisa Silva. Tanpa membuang waktu, Alea menyambar tasnya dan melangkah keluar kelas dengan langkah lebar, tidak peduli pada dosen yang mungkin sebentar lagi akan masuk. Silva mengembuskan napas panjang, lalu dengan santainya duduk di kursinya seolah tidak terjadi apa-apa. Ia melihat ke arah Vera dan Sean yang masih menunt

