Jam dinding digital di sudut meja kerjaku menunjukkan pukul dua siang. Suara Bu Ratna menggema dari speaker laptop dan memecah keheningan apartemen yang dingin ini. "Jadi faktor eksternal seperti inflasi global tidak bisa kita kendalikan tapi bisa kita mitigasi. Alea, grafik di halaman 45 sudah kamu buka?" Aku tersentak kaget dan buru-buru menekan tombol unmute. "Sudah, Bu. Sedang saya pelajari," jawabku cepat padahal mataku sudah berair menahan kantuk. "Bagus. Perhatikan kurva merahnya," lanjut Bu Ratna datar. Aku menghela napas panjang setelah mematikan kembali mikrofonku. "Kurva merah lagi. Bikin pusing aja," gerutuku pelan sambil menyandarkan punggung ke kursi kerja empuk hadiah dari Kalandra. Aku melirik ke arah sofa. Ibu Marine masih tertidur pulas dengan majalah mode menutupi

