73 - Chat Nakal

989 Kata

Malam semakin larut tapi rasa panas di tubuhku justru semakin menjadi-jadi. Aku berguling ke kanan dan ke kiri di atas ranjang sambil memeluk guling erat sekali. Aku membayangkan benda empuk ini adalah tubuh Kalandra yang keras dan kokoh. Bayangan kejadian di butik tadi siang terus berputar di kepalaku seperti film yang dipasang berulang-ulang tanpa henti. "Gila, Om... kamu benar-benar...." Aku menyembunyikan wajah di balik bantal yang dingin tapi tetap tidak bisa mendinginkan kepalaku. Dadaku terasa sesak karena rindu yang tiba-tiba saja meledak begitu saja. Karena rasa haus yang tidak tertahankan, aku akhirnya meraih ponsel. Aku mengetik nama lengkapnya di mesin pencari. Kalandra Alfabian Atmaja. Seketika layar ponselku dipenuhi oleh sosoknya yang luar biasa. Mataku membelal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN