Aku melangkah masuk ke ruang kontrol keamanan dengan langkah lebar yang penuh wibawa. Para petugas di sana langsung berdiri serentak, wajah mereka tampak tegang sekaligus segan. Sebagai salah satu pemegang saham terbesar di rumah sakit ini, kehadiranku tentu bukan hal yang bisa mereka abaikan begitu saja. "Tinggalkan aku sendiri. Ada keperluan privasi yang harus aku periksa di sistem," titahku singkat tanpa menatap mereka. Para petugas itu hanya mengangguk patuh dan segera keluar. Mereka sudah sangat mengenalku, jadi tidak ada yang berani bertanya lebih jauh. Begitu pintu tertutup, aku langsung duduk di depan deretan layar monitor yang menyala. Jariku bergerak cepat di atas keyboard, mencari file rekaman kamar 402. Begitu menemukannya, aku segera menghapus durasi saat aku dan Al

