"I-iya, Mas. Mereka teman-teman baruku, satu kelompok di mata kuliah Manajemen Strategis," jawabku sedikit gugup. Aku bisa merasakan telapak tanganku mulai sedikit berkeringat di bawah tatapan tajamnya yang menyelidik. Aku tidak tahu kenapa aku sangat gugup, aku hanya takut jika Kalandra nantinya akan melarangku memiliki teman baru. Tapi, rasanya Kalandra tak mungkin sampai begitu. Dia justru melangkah maju satu tapak, memangkas jarak antara dirinya dengan teman-temanku. Dia mengulurkan tangannya dengan gerakan yang sangat tenang namun penuh wibawa. "Kalandra Atmaja," ucapnya dengan suara berat dan mantap saat menjabat tangan Sean. Sean yang tadinya tampak ingin berkata sesuatu, mendadak membeku. Mulutnya sedikit terbuka, namun tidak ada suara yang keluar. Dia menjabat tangan K

