Aku menghela napas panjang, menekan tombol terima pada ponselku yang terus bergetar hebat. Suara Nyonya Marine langsung meledak, bahkan sebelum aku sempat menempelkan ponsel itu ke telinga. "Kalandra! Kamu sudah gila? Kenapa kamu membiarkan anak sialan itu tinggal bersamamu dan mengacaukan semuanya? Kamu tahu apa yang dia lakukan pada Alea?!" Suara Ibu melengking, penuh dengan otoritas yang tidak bisa dibantah. "Ibu, tenanglah dulu. Tolong," potongku dengan nada rendah namun tegas. Aku sengaja memanggilnya 'Ibu' untuk memintanya meredam emosi agar tidak semakin memperkeruh suasana di sana. "Aku akan menyelesaikannya di sini. Tolong... jaga Alea baik-baik untukku. Jangan biarkan dia melihat ponselnya dulu." Aku langsung mematikan panggilan itu tanpa menunggu jawaban. Fokusku kembali pada

