Aku memijat pelipis yang mulai terasa berdenyut. Harusnya tiga hari ini aku gunakan untuk menenangkan diri, tapi kehadiran Alisa di sini justru membuat apartemenku terasa lebih sempit dari biasanya. Saat aku meraih kunci mobil di atas nakas, berniat untuk pergi ke kantor pusat demi menyelesaikan beberapa dokumen penting sebelum cuti panjang, Alisa yang tadi sedang asyik menonton TV tiba-tiba melonjak berdiri. "Aku ikut!" serunya sambil menyambar tas selempangnya. Aku menghentikan langkah, mengerutkan kening dalam-dalam. "Ikut ke mana? Daddy mau ke kantor, Alisa. Bukan mau jalan-jalan." "Ya ikut ke kantor! Pokoknya ke mana pun Daddy pergi, aku harus ada di sana. Aku kan sudah bilang, aku mau menempel terus sama Daddy selama tiga hari ini," jawabnya dengan nada tanpa beban, seolah-olah

